Blog Image

Blog

Membangun Semangat Berwirausaha Dengan Seni

January 8, 2020
Membangun Semangat Berwirausaha Dengan Seni image

Sebelum membuka usaha dalam bidang furnitur dan kayu, Tirno bekerja sebagai pengrajin ukir patung. Barulah pada tahun 2000, ia membuka usaha kerajinan dan dibantu oleh program pemberdayaan oleh pemerintah setempat yang waktu itu mendorong masyarakat untuk usaha kerajinan.

“Pada awalnya, saya didukung oleh pemerintah setempat untuk mendirikan usaha dalam bidang kerajinan bersama masyarakat lainnya. Saya merasa sangat beruntung karena bantuan tersebut yang menjadi langkah awal saya berwirausaha dalam bidang ini,” tutur Tirno.

Lalu, pada tahun 1998 industri mebel dan kerajinan di Jepara mulai berkembang, jadi ia mencoba mengadu nasib untuk buka usaha kecil-kecilan dengan bermodalkan pengalaman dan cita-citanya dari dulu. Jadi sejak kecil, Tirno memang sudah menyukai seni dan berkeinginan untuk berkeja dibidang kesenian atau kerajinan.

“Karena saya suka dengan segala hal yang bersangkutan dengan seni, jadi saya bercita-cita untuk menjadikan kesenian atau kerajinan ini sebagai mata pencaharian saya suatu saat nanti. Karena menurut saya, ini akan menjadi lebih mudah dipahami dan dimengerti, terlebih saya dulu pernah jadi pengrajin ukir patung jadi setidaknya saya cukup paham cara mengolah dan mengelola kayu,” jelas Tirno.

Pada awalnya, usaha Furnitur dan kayu ini didirikan Tirno dengan seorang teman baiknya yang sama-sama berasal dari kota Jepara. Namun temannya itu berkhianat dan menyebabkan Tirno harus memulai usahanya dari nol.

“Ide mendirikan usaha ini tercipta dari saya dan satu orang teman baik. Tapi di tengah jalan dia berkhianat pada saya dan akhirnya kita pecah kongsi, itu masa yang cukup sulit buat saya. Karena saya harus mulai lagi dari nol,” paparnya.

Namun, pengalaman buruknya itu tidak menghalangi Tirno untuk melanjutkan usaha yang baru dimulainya pada saat itu. Ia tetap membangun semangat berwirausaha dalam bidang furnitur dan kayu yang menjadi ladang rezekinya untuk keluarga. Menjaga kepercayaan orang lain untuk bekerja sama dan bergabung dengan usahanya ini menjadi salah satu kesulitan yang dialami Tirno. Selain itu, terkadang sulit untuk menentukan ide-ide yang akan diterapkan pada usahanya ini.

“Susahnya itu jaga kepercayaan. Terutama kepercayaan orang yang kerja sama saya. Gimana caranya buat mereka nyaman kerja dan gak malas kerja di tempat saya. Supaya bisa sama-sama maju dan sukses. Lalu, untuk cari ide juga susah, misalnya buat model-model baru itu susah bingung harus gimana, kadang-kadang mentok ide,”tutur Tirno.

Setelah bekerja sama dengan Mendekor, usaha Tirno mengalami penambahan order yang menyebabkan peningkatan omset 50-100%. Karena hal tersebut, ia dapat mengembangkan usaha ini dengan membuat workshopnya menjadi lebih besar dan juga menambah karyawan yang berkerja di usahanya.

“Mendekor ini betul-betul bantu saya. Pertama yang pasti order saya meningkat, sekarang workshop saya juga lebih besar untuk penuhi pesanan Mendekor. Karyawan juga makin banyak, yang tadinya hanya ada 2, sekarang sudah ada 15 karyawan tetap. Lalu ide-ide desain dari Mendekor juga bantu saya dalam menambah wawasan. Betul-betul tidak hanya dari orderan tapi Mendekor juga bantu ayomi pengrajinnya. Saya mengucapkan terima kasih kepada tim Mendekor yang sudah membantu usaha saya ini,”ucapnya pada tim Mendekor.